Jumat, 23 Oktober 2015

Kisah Anak-Anak Tegar

Kisah Anak-Anak Tegar


Mengingat kita akan merayakan lebaran anak yatim hari ini saya akan membahas sedikit kisah dari seorang anak yatim yang saya temui. Hidup tanpa seorang sosok Ayah semenjak mereka masih sangat kecil mungkin tak pernah terlintas dibayangan mereka, Zulfah dan Miftah adalah anak ke 3 dan 4 dari 6 bersaudara. Ayah mereka sudah tiada sejak mereka masih sangat kecil karena sakit yang diderita sang Ayah, mereka hidup bersama seorang Ibu yang harus berusaha seorang diri menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai sekolah, dan kehidupan sehari-hari keluarga mereka. Selama sang Ibu menjadi tulang punggung keluarga pengganti Ayah, mereka dititipkan pada kakek dan nenek mereka. Tak jarang Zulfah dan Miftah menangis karena ingin ikut bersama ibunya pergi bekerja. Sang Ibu berusaha sekeras mungkin untuk menghidupi anak-anaknya dengan melakukan pekerjaan apa saja yang ia bisa lakukan. Tak jarang saya melihat mereka berbagi makanan untuk makan bersama-sama, kakek dan nenek mereka juga memiliki keterbatasan ekonomi. Meskipun begitu Zulfah dan Miftah juga ke enam saudara nya selalu tampak ceria dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Zulfah dan Miftah kini tengah duduk dibangku Sekolah Dasar bersama dengan kakak kedua mereka dan adik ke lima nya, kaka pertama mereka kini duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, dan adik bungsu mereka kini sedang belajar di PAUD sekitar daerah rumah mereka.

Sebagai penulis saya merasa malu kalau sampai detik ini saya masih sering mengeluh, mengingat masih banyaknya nikmat yang Tuhan berikan kepada saya. Namun apadaya saya hanyalah manusia biasa yang berusaha memperbaiki diri dan belajar lebih banyak lagi agar menjadi diri yang lebih baik. Saya kagum dengan seluruh anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang masih bisa tegar berdiri menghadapi dan menjalani hidup dengan keikhlasan dan menerima kenyataan yang ada. Melihat mereka yang saya kagumi membuat saya lebih menghargai waktu yang saya miliki bersama kedua orang tua saya, dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk selalu membahagiakan mereka dan membuat mereka bangga walaupun banyak kekurangan yang saya miliki. Sekali lagi saya belajar banyak mengenai arti hidup dari lingkungan sekitar. Walaupun artikel semacam ini sudah banyak di Posting tapi saya hanya ingin membagi cerita yang saya rasakan sendiri dalam perjalanan hidup saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar